Banyak belum tahu dan paham mengenai apa itu agregat sepakbola. Dalam dunia sepakbola modern, ada yang namanya agregat gol. Ini adalah konsep akumulasi jumlah gol yang dicetak pada sebuah tim dalam permainan sepakbola.
Istilah ini memang sering terdengar dalam berbagai kompetisi sepakbola modern. Karena itu, perhatikan apa definisi dari agregat dan penggunaannya dalam dunia sepakbola. Berikut ini penjelasan mengenai apa itu agregat dalam dunia sepakbola.
Definisi Agregat dalam Sepakbola
Pada dasarnya agregat adalah sistem perhitungan skor yang dipakai untuk menentukan pemenang dalam pertandingan sepakbola. Pada umumnya, agregat gol itu digunakan ketika ada kompetisi dengan menggunakan sistem dua leg (home away).
Jika ditelaah lebih jauh, agregat gol itu juga bisa menentukan posisi di klasemen. Misalnya, ada dua tim yang memiliki poin yang sama di klasemen. Untuk menentukan siapa yang berhak berada di posisi lebih tinggi, maka perhitungan agregat gol memasukkan dan kemasukan akan dihitung.
Dalam sistem agregat ini, sebuah tim bisa mengejar ketertinggalan saat di pertemuan pertama alami kekalahan. Hal ini tentu akan bikin pertandingan jadi makin seru juga. Tak heran kalau sistem agregat di sepakbola banyak diterapkan dalam berbagai kompetisi resmi.
Penerapan agregat gol memang jadi salah satu revolusi penting dalam sepakbola modern. Hal ini bikin pertandingan sepakbola semakin seru untuk ditonton. Karenanya, sampai sekarang sistem dan konsep agregat di kompetisi sepakbola itu tetap digunakan.
Penggunaan Agregat di Kompetisi Sepakbola
Penggunaan sistem agregat di kompetisi sepakbola itu memang sudah lama dilakukan. Biasanya dilakukan pada babak play off sistem gugur. Hal ini dilakukan agar tiap tim mempunyai kesempatan yang sama untuk bermain di kandangya sendiri.
Contoh penggunaanya yang paling lazim adalah babak play off kompetisi antar klub Eropa. Seperti Liga Champions, Europa League hingga Conference League. Ketika sudah masuk ke fase gugur atau knock out, pertandingan akan dilakukan pakai sistem agregat gol.
Namun ada aturan tambahan di mana tidak ada keuntungan gol tandang. Jadi, ketika di leg pertama tim A mampu menang 2 – 1 di kandang saat lawan tim B. Kemudian tim B menang 1 – 0 di kandang saat lawan tim A, pertandingan akan dilanjutkan ke babak extra time.
Di sejumlah kompetisi lain, sistem agregat gol memang masih pakai versi lama. Di mana memasukkan gol ke kandang lawan alias away gol akan dapatkan perhitungan lebih. Saat ini hanya kompetisi antar klub Eropa saja yang memakai sistem tanpa gol away.
Kenapa Agregat Digunakan dalam Kompetisi Sepakbola?
Mungkin perlu dicermati dengan baik kenapa sistem perhitungan agregat ini digunakan dalam kompetisi sepakbola. Penggunaan agregat ini pada dasarnya dimunculkan demi prinsip keadilan. Setiap tim punya kesempatan yang sama untuk bermain di kandang sendiri.
Salah satu kompetisi populer yang menerapkan aturan agregat adalah Liga Champions Eropa. Pada babak play off Liga Champions, akan ada undian yang mempertemukan 2 tim. Masing – masing tim mendapatkan kesempatan untuk bermain di kandang sendiri.
Demi prinsip keadilan, perhitungan agregat gol itu memang bakal bikin pertandingan jadi lebih seru juga. Banyak kejutan yang terjadi ketika sistem agregat ini diterapkan. Sejumlah tim besar harus berjuang ekstra keras untuk bisa kalahkan tim non unggulan.
Prinsip keadilan dan keseteran ini memang jadi hal yang sangat krusial dalam pertandingan sepakbola modern. Maka jangan heran kalau sistem agregat ini bakal terus digunakan dalam beberapa waktu ke depan.
Bagaimana Perhitungan Agregat di Sepakbola?
Pada dasarnya, perhitungan agregat itu dilakukan secara akumulatif. Pada sistem dua leg home away, akan dilakukan akumulasi dari skor kedua pertandingan tersebut. Tim yang unggul gol dari lawannya dinyatakan sebagai pemenang.
Misalnya ada pertandingan antara Manchester City melawan Juventus di babak 8 besar Liga Champions Eropa. Sistem yang digunakan adalah dua leg home away. Pemenang ditentukan dari hasil dua leg tersebut. Utamanya adalah jumlah gol yang dicetak masing – masing tim.
Misal pada leg pertama di kandang Manchester City, Juventus alami kekalahan 2 – 0. Kemudian di leg kedua Juventus berhasil menang dengan skor 3 – 0. Agregat akhir adalah 3 – 2 untuk kemenangan Juventus. Maka dari itu, Juventus berhak lolos ke babak berikutnya.
Jika skor sama dari 2 leg, maka akan dilanjutkan ke babak extra time. Namun di sejumlah kompetisi lain, tim yang memiliki jumlah gol tandang yang lebih banyak akan mendapatkan keuntungan dan dianggap sebagai pemenang.
Itu tadi penjelasan mengenai apa itu agregat dalam dunia sepakbola. Agregat memang tak bisa dipisahkan dalam konsep kompetisi sepakbola di era modern. Konsep agregat ini akan terus digunakan karena bikin kompetisi atau turnamen sepakbola berjalan dengan menarik.
